Understanding Volume & open Interest
Feb 21st, 2009 | By Aditya | Category: Dow Theory, Volume AnalysisTeknikal analisis menggunakan tiga hal untuk melakukan analisa terhadap market yaitu:
1. Harga
2. Volume
3. Open Interest
Dow Teori menyebutkan bahwa “volume must confirm the trend” dalam artian ketika terjadi trend makan volume dan open interest sebaiknya digunakan sebagai konfirmasi kedua sebelum masuk kedalam market
Volume
“Volume represents the total amount of trading activity or contracts that have changed hands in a given commodity market for a single trading day.”
volume adalah jumlah kontrak/ yang ditransaksikan pada suatu jam perdagangan (total transaksi). Menurut Dow, kenaikan harga seharusnya diikuti oleh peningkatan volume, dan turunnya harga harusnya diikuti pulah oleh turunnya volume
Open Interest
“Open Interest is the total number of outstanding contracts that are held by market participants at the end of each day. “
Jumlah kontrak yang telah dibuat dan masih terbuka pada suatu jam perdagangan. Pada perdagangan options/future open interest digunakan untuk mengukur likuiditas dari sebuah kontrak. Open Interest yang tingi menunjukkan tingkat likuiditas yang tinggi
Secara garis besar volume menunjukkan tekanan yang dilakukan pembeli dan penjual ketika trend sedang terjadi. Sedangkan Open interest menunjukkan adanya perputaran uang (money flow) pada market.
Hubungan antara harga,volume dan open interest dapat digambarkan dalam grafik berikut ini

Volume sering digambarkan dalam bentuk bar chart
seperti dibawah ini

Volume ditunjukkan dengan bar chart sedang open interest ditunjukkan dengan line chart
Pada US dollar Index Volume adalah 8200 sedang open interest adalah 35637 Kondisi harga terakhir sedang dalam kondisi bullish (Harga = naik, volume = naik, OI= Naik–> kesimulan strong bullish)

Sedang pada Euro
Terjadi kondisi harga= turun, volume= naik, OI =Turun menunjukkan kondisi harga kemungkinan akan terkoreksi dengan cepat
untuk Volume dan Open Interest dari CME bisa dilihat disini
CME Group



