Pengaruh Komoditas terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (by Adler)

Jan 8th, 2010 | By Aditya | Category: IDX Stock Trading, Technical Analysis

Pengaruh Komoditas terhadap Indeks Harga Saham Gabungan

Gunawan dan Adler Haymans Manurung

1. Pendahuluan

Bursa Efek Indonesia (BEI) merupakan salah satu pusat pergerakan ekonomi

yang ada di Indonesia. Dalam BEI, saham-saham perusahaan

diperdagangkan setiap hari bursa. Keseluruhan pergerakan saham-saham

direfleksikan dalam sebuah indeks yang bernama Indeks Harga Saham

Gabungan (IHSG).

Saham yang masuk dalam list BEI akan ditempatkan pada sektor yang sesuai

dengan bidang yang dikerjakan oleh perusahaan tersebut. Salah satu sektor

yang ada di dalam BEI adalah sektor pertambangan dimana perusahaan yang

masuk ke dalam sektor tersebut merupakan perusahaan yang berhubungan

dengan barang tambang atau komoditas. Kinerja perusahaan tersebut tentu

sangat dipengaruhi oleh jumlah produksi serta harga komoditas yang dijual di

pasar. Semakin tinggi harga komoditas yang dijual maka semakin tinggi

earning yang didapatkan. Hal ini tentu akan mempengaruhi harga saham

perusahaan tersebut dan jika pergerakan yang ada terjadi serentak maka

akan memberikan pengaruh positif pada pergerakan IHSG.

Tulisan ini akan membahas apakah selama ini terdapat hubungan yang positif

antara pergerakan harga komoditas dengan pergerakan IHSG. Hubungan

tersebut dilihat dari dua sisi yaitu pertama menggunakan harga yang ada

antara IHSG dan juga komoditas serta yang kedua dengan menggunakan

return dari IHSG serta return dari harga komoditas. Ada delapan komoditas

yang digunakan pada tulisan ini yaitu: minyak mentah, emas, perak,

aluminium, tembaga, nikel, timah, dan juga seng.

2. Metodologi Penelitian

Dalam mengestimasi hubungan antara pengaruh komoditas terhadap IHSG,

dilakukan dengan 3 metode perhitungan. Pertama adalah melakukan regresi

dengan menggunakan harga komoditas sebagai variabel independen dan

IHSG sebagai variabel dependennya. Persamaan yang digunakan dalam

estimasi tersebut adalah:

IHSG = a + b Price Komoditas…………….(1)

Dimana

IHSG : Nilai Indeks Harga Saham Gabungan.

Price Komoditas : Harga dari komoditas.

Kedua adalah melakukan regresi dengan menggunakan return dari harga

komoditas sebagai variabel independent dan return IHSG sebagai variabel

dependennya. Baik return komoditas dan return IHSG didapatkan dari

perhitungan:

Return = (Pricen – Pricen-1) / Pricen-1…..(2)

Dimana

Pricen : harga / nilai pada hari ke n

Pricen-1 : harga / nilai pada hari ke n-1

Setelah mendapatkan return baik IHSG maupun komoditas, maka kemudian

dilakukan regresi dengan persamaan:

Return IHSG = a + b Return Price Komoditas…(3)

Dimana

Return IHSG : Return Indeks Harga Saham Gabungan.

Return Price Komoditas : Return Harga dari komoditas.

Ketiga adalah melihat korelasi antar komoditas dan juga korelasi antara IHSG.

Korelasi tersebut menggunakan data harga komoditas dengan nilai IHSG

serta korelasi antara return harga komoditas dengan return IHSG.

Data yang digunakan adalah data time series komoditas dan IHSG harian

antara 21 Agustus 1995 sampai dengan 8 Juli 2008. Delapan komoditas yang

masuk ke dalam perhitungan adalah minyak mentah, emas, perak, aluminium,

tembaga, nikel, timah, dan seng

3. Analisis Data

Tabel 1 memuat hasil regressi anatar IHSG dengan harga komoditas. Tabel

1 tersebut juga memuat pengujian peubah bebas harga komoditas dengan

peubah tidak bebas IHSG. Hasilnya menunjukkan bahwa peubah bebas

harga komiditas sangat berpengaruh terhadap IHSG dengan level signifikansi

1 persen (higly significant). Harga komiditas tersebut mempengaruhi IHSG

dapat ditunjukkan oleh koefisen determinasi yang mumunya bervariasi dari

62,17 persen sampai dengan 91,3 persen. Nilai koefisien regressi (slope)

meperlihatkan nilai yang cukup berperanan yaitu harga perak dan harga

minyak mentah. Bila harga komoditas minyak mentah naik satu Dollar (unit

harga komoditas) maka IHSG akan naik 22,67 unit. Sementara, IHSG akan

meningkat 166,11 poin jika harga perak naik satu Dollar. Harga emas naik

satu dollar akan membuat IHSG naik 3,7 poin. Harga aluminium naik satu

dollar mengakibatkan IHSG naik 1,1 poin. Harga komoditas lain dilihat pada

Tabel 1.

Tabel 2 memuat hasil regressi antara IHSG (dalam bentuk return) sebagai peubah

tidak bebas dan masing-masing harga komoditas (dalam bentuk return) sebagai

peubah bebas yang dilakukan tersendiri. Hasil regressi tersebut memperlihatkan

bahwa return komoditas sangat mempengaruhi return IHSG pada level signifikansi 1 persen terkecuali minyak mentah pada level 5 persen. Koefisien regressi umumnya

dibawah 0,1, artinya bila masing-masing harga komoditas naik 1% maka return ihsg

akan naik 0,1%. Kenaikan tingkat pengembalian tertinggi dihasilkan oleh tingkat

pengembalian aluminium dan urutan kedua adalah seng dan urutan selanjutnya dapat

diperhatikan pada Tabel 2. Hasil ini sangat berbeda dengan hasil sebelumnya.

Tabel 3 dan 4 memperlihatkan korelasi antara IHSG dan harga komoditas

serta korelasi antar komoditas tersebut. Data yang digunakan pada tabel 3

menggunakan harga sebenarnya sedangkan pada tabel 4 menggunakan

return. Pada tabel 3 dapat dilihat bahwa secara keseluruhan, variabel-variabel

yang ada memiliki korelasi yang kuat terlihat dari rentang persentase berada

pada tingkat 66%-96%. Korelasi terkuat adalah antara emas dengan perak

sementara yang terlemah merupakan korelasi antara seng dengan timah.

Korelasi antara komoditas terhadap IHSG memperlihatkan hubungan yang

sangat kuat dimana secara persentase berada pada tingkatan 80% (seng)

sampai dengan 95% (emas).

Hal sebaliknya justru terjadi jika korelasi menggunakan return dimana rentang

persentase yang ada berada pada tingkat 0%-58%. Korelasi antara minyak

mentah dengan timah menjadi yang paling rendah, sementara itu antara

emas dengan perak menjadi yang paling tinggi tingkat korelasinya. Korelasi

antara IHSG dengan komoditas menunjukkan persentase antara 5% (minyak

mentah) sampai dengan 12% (seng).

Tabel lima dan enam merupakan tabel granger causality antara IHSG dengan

komoditas. Granger causality merupakan uji statistik untuk melihat apakah

variabel tersebut mempengaruhi variabel yang lain dan sebaliknya. Dengan

menggunakan nilai IHSG dan harga komoditas, serta tingkat keyakinan 90%,

maka didapatkan 10 hasil yang signifikan yaitu:

1. IHSG mempengaruhi harga minyak mentah, emas, perak, timah.

2. IHSG dipengaruhi nikel, dan seng.

3. IHSG saling mempengaruhi dengan aluminium dan tembaga.

Sementara itu dari sisi return hanya didapatkan 2 hasil yang signifikan dimana

return IHSG dan return emas saling mempengaruhi.

Keterangan:

SER01 : IHSG

SER02 : minyak mentah

SER03 : emas

SER04 : perak

SER05 : aluminium

SER06 : tembaga

SER07 : nikel

SER08 : timah

SER09 : seng

4. Kesimpulan

Dari hasil perhitungan yang didapatkan maka terlihat bahwa terdapat

hubungan positif antara pergerakan IHSG dengan komoditas baik dari sisi

harga maupun return. Dari sisi korelasi, IHSG sangat kuat korelasinya dengan

harga komoditas. Sementara itu dari sisi pengaruh, terdapat hubungan yang

saling mempengaruhi antara IHSG dan komoditas pada beberapa komoditas.

Jakarta, 19 Agustus 2008

Tags: , ,

Comments are closed.

Kategori Artikel

Arsip Bulanan

Support

Tag Cloud

© Trend Traders Indonesia - 2009 // Designed by Nosliners
© 2010 Speaking The Truth About Technical Analysis
Log in . Register . 61 queries. 2.532 seconds.
-->