Mengetahui Perbedaan Retracement dan Reversal
Mengetahui Perbedaan Retracement dan Reversal
JUMAT, 24 APRIL 2009
Kebanyakan dari kita bertanya-tanya, apakah penurunan harga saham bertahan untuk jangka panjang atau akan tersendat. Beberapa dari kami telah menjual saham kami dalam situasi seperti ini, hanya untuk melihatnya naik ke harga highs baru setelah beberapa hari kemudian. Ini adalah frustasi dan skenario yang umum, namun hal ini dapat kita hindari jika anda tahu cara untuk mengidentifikasi dan mengetahui retracements yang benar.
Apa Itu Retracements?
Retracements adalah harga reversals sementara yang berlangsung dalam trend panjang. Kuncinya di sini adalah harga reversals sementara dan tidak mengindikasikan perubahan dalam trend panjang.
Gambar 1 menunjukkan contoh retracements dalam price action sebuah pergerakan saham
Perhatikan bahwa meskipun retracements, trend jangka panjang yang ditampilkan dalam grafik ini masih utuh, yaitu harga saham yang masih naik.
Pentingnya Mengenali Retracements
Penting untuk mengetahui cara membedakan retracement dari reversal. Ada beberapa kunci perbedaan utama antara keduanya:
|
Faktor
|
Retracement
|
Reversal
|
|
Volume
|
Pengambilan keuntungan oleh pelaku pasar retail
|
Penjualan oleh institusi atau investor besar
|
|
Arus Uang
|
Minat Buy meningkat selama trend menurun
|
Minat untuk Buy sedikit
|
|
Pola Grafik
|
Banyak pola reversal, terbatas pada candles
|
Beberapa pola reversal, pola grafik (double top, dll)
|
|
Minat Short
|
Tidak ada perubahan pada minat Short
|
Minat Short meningkat
|
|
Time Frame
|
Short-term reversal, berlangsung tidak lebih dari satu atau dua minggu
|
Long-term reversal, berlangsung lebih dari beberapa minggu
|
|
Fundamental
|
Tidak ada perubahan pada fundamentals
|
Perubahan spekulasi akan perubahan fundamental
|
|
Aktivitas Terbaru
|
Biasanya terjadi setelah keuntungan besar
|
Bisa terjadi kapan saja, bahkan selama perdagangan reguler
|
|
Candlesticks
|
\"Indecision\" candles - terdapat tipikal long tops dan bottoms (spinning tops, dll)
|
Reversal candles – termasuk engulfings, soldiers dan pola yang sejenis yang lainnya
|
Gambar 2
|
Jadi, mengapa mengetahui retracements sangat penting? Ketika harga berbalik, sebagian besar pelaku pasar dan investor berhadapan dengan keputusan sulit. Mereka memiliki tiga pilihan:
- Terus menahan sell-off, dapat mengakibatkan kerugian besar jika retracement ternyata menjadi tren reversal yang lebih besar.
- Menjual dan membeli kembali ketika harga recovery akan menghamburkan uang untuk komisi dan spreads. Ini juga mengakibatkan kehilangan kesempatan jika harga recovery tajam.
- Menjual secara permanent dapat mengakibatkan kehilangan kesempatan jika harga recovery.
Dengan mengidentifikasi pergerakan retracement atau reversal, Anda dapat mengurangi biaya, membatasi kerugian dan membangun keuntungan.
Menentukan Ruang Lingkup
Setelah Anda tahu cara untuk mengidentifikasi retracements, Anda dapat mempelajari cara untuk memastikan ruang lingkup. Berikut ini adalah alat yang paling populer yang digunakan:
Fibonacci Retracements
Fibonacci retracements adalah alat yang luar biasa untuk menghitung lingkup retracement. Mereka paling banyak digunakan di pasar valuta asing, tetapi juga digunakan di pasar saham. Untuk menggunakannya, cukup menggunakan alat fibonacci retracement (tersedia di sebagian besar software grafik) untuk menarik garis dari atas ke bawah dari impuls gelombang. Gambar 3 menunjukkan contoh dari perangkat ini.
Dalam kebanyakan kasus, retracements mendukung sekitar 38,5% (setiap hari) atau 50% (intraday). Jika harga bergerak di bawah level ini, ketika reversal terbentuk.
Pivot Points
Level pivot point juga sering digunakan pada saat menentukan lingkup dari retracement. Sebagian besar pelaku pasar melihat support terendah (S1, S2, S3), jika mereka break maka reversal dapat terbentuk.
Trendline Supports
Jika trendlines major mendukung trend yang lebih besar yang break pada volume tinggi, maka kemungkinan reversal akan terjadi. Pola grafik dan candlesticks sering digunakan dalam hubungannya dengan trendlines untuk mengkonfirmasi reversals
Berhadapan Dengan Signal Palsu
Meskipun retracement memenuhi semua kriteria yang tercantum dalam tabel Gambar 2 dapat berubah menjadi reversal dengan sedikit peringatan. Cara terbaik untuk melindungi diri sendiri terhadap reversal adalah dengan menggunakan stop-loss poin. Di sini bagaimana Anda bisa melakukannya:
- Anda dapat memperkirakan tingkat retracement menggunakan teknik analisis dan menempatkan stop-loss poin di bawah level tersebut.
- Sebagai alternative, Anda bisa menempatkan stop-loss di bawah trendline support jangka panjang atau moving average.
Idealnya, apa yang ingin Anda lakukan untuk mengurangi resiko keluar pada saat retracement, sementara masih dapat keluar retracement dalam waktu yang tepat.
Kesimpulan
Sebagai pelaku pasar, Anda harus dapat membedakan antara retracements dan reversals. Tanpa pengetahuan ini, Anda beresiko terhadap banyak hal seperti, keluar terlalu cepat dan menghilangkan kesempatan, menahan posisi kekalahan dan kehilangan uang, dan membuang uang pada komisi atau spreads. Dengan menggabungkan teknik analisis dengan beberapa identifikasi langkah-langkah dasar, Anda dapat melindungi diri dari resiko dan menempatkan perdagangan Anda dengan lebih baik.