Investment Guru's
Guru Analisis
Sumber www.investopedia.com
Diterjemahkan oleh Andre
Peter Lynch | Guru Pertumbuhan
Dari tahun 1977 sampai pensiun pada tahun 1990, Peter Lynch mengelola Fidelity Magellan Fund dengan total laba 2.510%, atau lima kali rata-rata 500% laba dari indeks Standard & Poor's 500. Dalam bukunya One Up on Wall Street pada tahun 1989, Lynch menjelaskan berbagai strategi investor individu yang dapat digunakan untuk menduplikasi kesuksesan itu. Strategi menarik ini dibagi ke dalam kategori yang berbeda, masing-masing dicirikan ke berbagai kriteria. Di antara mereka adalah yang paling mudah untuk diidentifikasi menggunakan penelitian kuantitatif yaitu pertumbuhan cepat, pertumbuhan lambat dan kokoh, dengan kriteria khusus yang diterapkan untuk perputaran keuangan dan saham.
Pertumbuhan Cepat
Perusahaan-perusahaan ini memiliki sedikit hutang, dengan penghasilan yang berkembang antara 20% hingga 50% per tahun, dan memiliki harga saham dengan rasio penghasilan di bawah tingkat pertumbuhan penghasilan perusahaan. Investasi pada jenis saham ini masuk akal bagi investor yang ingin mencari penghasilan solid.
Pertumbuhan Lambat
Disini Lynch mencari perusahaan dengan pembayaran dividen yang tinggi, karena dividen adalah alasan utama untuk investasi dalam perusahaan dengan pertumbuhan lambat. Ia juga memilih perusahaan yang memiliki penjualan lebih dari $1 miliar, penjualan biasanya tumbuh lebih cepat dari inventarisasi, yield yang rendah menyesuaikan harga atau penghasilan untuk rasio pertumbuhan, dan hutang yang wajar untuk rasio ekuitas. Investasi pada jenis saham ini masuk akal untuk orientasi pendapatan investor.
Kokoh
Perusahaan kokoh hanya memiliki penghasilan pertumbuhan moderat tetapi tetap berpotensi 30% hingga 50% dari keuntungan harga saham selama lebih dari dua tahun, jika mereka dapat dibeli dengan harga yang menarik. Ciri-cirinya termasuk penghasilan positif, hutang untuk rasio ekuitas 33 atau kurang, harga penjualan biasanya meningkat sejalan dengan persediaan, dan yield yang rendah menyesuaikan harga atau penghasilan untuk rasio pertumbuhan. Investasi pada jenis saham ini masuk akal bagi investor yang tidak bersedia membayar untuk perusahaan dengan pertumbuhan yang tinggi, namun tetap ingin mendapatkan keuntungan modal yang signifikan.
Benjamin Graham | Investor Value
Dikenal luas sebagai bapak baptis dari analisis sekuritas, Benjamin Graham berargumen untuk berinvestasi pada saham yang memiliki value signifikan terhadap nilai intrinsik mereka, terutama yang berpotensi untuk pendapatan masa depan. Investor defensif yang mengikuti sarannya, akan menikmati "margin of safety" dalam kegiatan investasi mereka. Dalam buku klasiknya The Intelligent Investor, Graham merekomendasikan untuk membeli saham yang besar, terkemuka dan perusahaan keuangan konservatif dengan catatan panjang pembayaran dividen yang terus menerus. Dia memberikan peringatan untuk saham dengan harga rasio penghasilan lebih dari 25 kali trailing dalam tujuh tahun rata-rata pendapatan tahunan, atau lebih dari 20 kali sebelum hasil 12 bulan. (Dia tahu bahwa saham tersebut tidak termasuk saham yang tumbuh). Penawaran yang benar menurut Graham adalah perusahaan yang memiliki value sedikitnya 50% lebih dari harga sahamnya.
Metodologi Graham sesuai untuk investor konservatif yang khawatir terhadap tingginya perkiraan harga saham, namun tidak bersedia untuk investasi dalam bentuk uang tunai ataupun obligasi.
Validea Momentum Strategy | Momentum dari Perusahaan Terbaik
Strategi momentum Validea adalah metodologi yang dikembangkan oleh Validea.com berdasarkan interpretasi mereka mengenai bagaimana menggunakan buku "How To Make Money In Stock" yang ditulis oleh penerbit terkenal yang inovatif, koran harian Investor Bisnis. Dalam buku tersebut, sebuah studi besar-besaran menjelaskan identifikasi fundamental umum, teknikal dan pola grafik karakteristik dari 500 pertumbuhan saham terbaik selama 30 tahun.
Strategi momentum Validea berusaha untuk mengidentifikasi perusahaan terbaik yang memiliki Relative Strength yang tinggi dan membelinya pada saat yang tepat. Metodologi ini memiliki prinsip umum dengan harga saham yang sesuai kelayakannya pada saat itu. Harga saham yang rendah dan saham yang dijual rendah merupakan sebuah alasan, dan Anda tentunya ingin menghindari mereka. Selain itu, Anda mungkin akan memilih saham yang dijual mendekati atau pada harga tinggi. Dalam metode ini Anda diharapkan untuk membeli barang yang terbaik dengan maksud "Beli tinggi dan Jual Tinggi". Namun, metode ini juga membutuhkan sejumlah angka dari karakteristik lain pada 500 saham sebelumnya dan selama harga saham mereka meningkat.
Di antara karakteristik itu adalah angka pertumbuhan kuartal dan tahunan yang baik, penghasilan konsisten, Relative Strength yang sangat tinggi (momentum, yaitu kinerja harga saham dibandingkan dengan semua saham selama 12 bulan), penurunan hutang jangka panjang untuk saham, ROE tinggi, keberadaannya dalam industri terkemuka (salah satu top performance selama 6 bulan atau salah satu industri dengan persentase tertinggi yang membuat harga highs baru pada hari itu), serta faktor lainnya.
Waktu ideal untuk membeli saham dengan strategi ini adalah ketika keseluruhan pasar saham naik dan grafik harga saham telah keluar dari pola konsolidasi (penurunan harga kembali tidak lebih dari 50% dari highs selama minimal 6 bulan). Ini tidak mudah untuk mengetahui kondisi tersebut dan untuk melindungi diri dari kesalahan, strategi ini memerlukan kedisiplinan untuk menjual jika harga jatuh melebihi 8% dari harga pembelian.
Strategi ini sesuai bagi investor yang mau membayar premi untuk perusahaan yang tumbuh cepat.
The Motley Fool | Investor Pertumbuhan Perusahaan Kecil
Daud dan Tom Gardner bersaudara adalah pendiri yang populer di situs Web Motley Fool, Gardners memiliki spesialisasi dalam mencari saham yang kecil, perusahaan yang cepat berkembang dengan fundamental yang solid, termasuk profit margin yang sehat, sedikit hutang, arus kas yang cukup, anggaran R&D yang baik dan kontrol inventaris yang ketat. Sebagai kunci indikator saham yang kuat, mereka percaya bahwa tingkat pertumbuhan perusahaan lebih besar dibandingkan dengan rasio harga penghasilan. Wall Street menyebut ukuran ini sebagai rasio PEG (price/earnings to growth ratio), Gardners menyebutnya The Fool Ratio.
Strategi ini adalah cara yang hebat untuk memisahkan value saham yang menarik dari saham-saham yang overvalue. Strategi investasi The Motley Fool akan menghimbau investor yang mencari perusahaan yang memiliki pertumbuhan solid dalam sektor perusahaan-perusahaan kecil.
David Dreman | Contrarian
Jika Anda suka pada keramaian, gaya investasi David Dreman yang contrarian (berlawanan) akan sesuai untuk Anda. Dreman adalah manajer dari Kemper-Dreman High-Return Equity Fund dan kolumnis investasi untuk majalah Forbes.
Dari tahun 1990 sampai tahun 1997, pengelolaan dana Dreman melangkahi S&P 500 dengan rata-rata 3,6 persen poin per tahun. Kesukaannya pada diskon value telah teruji pada tahun 1998 dan 1999, ketika pasar bursa saham mendapatkan momentum. Dreman senang berinvestasi dalam jumlah besar mengikuti berita fundamental perusahaan (penghasilan pertumbuhan yang baik, laba ekuitas yang baik, hutang rendah untuk rasio saham). Beberapa perusahaan dapat dikenali dengan harga yang relative rendah dari arus kas, nilai buku atau dividen.
Martin Zweig | Investor Pertumbuhan Konservatif
Martin Zweig adalah investor pertumbuhan dengan tipe konservatif serius. Sebagai manager keuangan yang terkenal, penulis surat kabar dan tamu yang sering tampil dalam acara "Wall Street Week" di televisi PBS, Zweig tahu bahwa uang kekalahan adalah uang yang sulit untuk dicari ganti ruginya.
Dengan demikian, ia mencari saham yang memenuhi daftar panjang kriteria penghasilannya. Pendapatan kuartalan, misalnya, harus positif dan tumbuh lebih cepat dari (a) setahun lalu, (b) tiga kuartal sebelumnya, dan (c) selama tiga tahun sebelumnya. Pendapatan tahunan harus naik setidaknya lima tahun terakhir. Dan penjualan harus tumbuh cepat atau lebih cepat dari penghasilan, karena pemotongan biaya dan kegiatan produksi tidak dapat mendukung pertumbuhan pendapatan selamanya.
Akhirnya, Zweig menunjukkan bahwa perusahaan memiliki rasio harga penghasilan sedikitnya 5 untuk menyingkirkan perusahaan-perusahaan yang lemah. Strategi ini masuk akal bagi investor yang mencari perusahaan dengan potensi pertumbuhan, namun tidak mau membayar harga premium untuk mereka.
Kenneth Fisher | Investor Harga Penjualan
Manajer keuangan, penulis dengan penjualan terbaik dan kolumnis lama Forbes, Kenneth Fisher terkenal di Wall Street pada awal tahun 1980-an ketika bukunya Super Stocks pertama kali populer dengan konsep analisis rasio harga penjualan (price-to-sales ratios = PSR) sebagai alat identifikasi saham yang menarik.
Fisher menunjukkan bahwa harga saham yang lebih rendah adalah relative untuk penjualannya, yang lebih menarik adalah saham yang diperkirakan memiliki pertumbuhan pendapatan dan neraca yang kuat dengan sedikit hutang. Fisher juga mengakui bahwa rasio harga penjualan dan alat ukur lainnya dapat dikembangkan untuk menganalisis saham (seperti "rasio harga penelitian" untuk perusahaan medis dan teknologi) akan bervariasi berdasarkan ukuran perusahaan dan industri. Strategi ini juga cocok bagi investor yang ingin membiayai dirinya secara konsevatif.
James P. O'Shaughnessy | Investor Value & Pertumbuhan
Sebagai guru penelitian dan manajer keuangan James O'Shaughnessy memaksa banyak investor amatir dan profesional untuk memikirkan kembali kepercayaan investasi mereka ketika ia menerbitkan buku What Works on Wall Street pada tahun 1996. O'Shaughnessy kembali menguji 44 tahun data pasar saham dari data base Compustat Standard & Poor's untuk mengetahui strategi yang bekerja dan yang tidak. Hal yang mengejutkan, ia menyimpulkan bahwa rasio harga penghasilan bukan indikator terbaik dari value saham, dan saham-saham perusahaan kecil contrarian, tidak ada dalam kelompok saham yang berakhir menjadi perusahaan besar.
Berdasarkan penelitiannya, O'Shaughnessy mengembangkan dua kunci strategi investasi, "Cornerstone Growth" dan "Cornerstone Value."
Cornerstone Growth mengarahkan perusahaan dengan nilai pasar sebesar $150 juta dan rasio harga penjualan di bawah 1.5. Dia juga mencari perusahaan dengan pertumbuhan pendapatan tetap dan saham yang telah beredar di pasar sebagai top performers lebih dari 12 bulan. Strategi ini masuk akal untuk investor berorientasi pertumbuhan value yang memiliki kesabaran dan kepribadian dengan pendekatan kuantitatif investasi murni.
Cornerstone Value mencari perusahaan-perusahaan besar dengan penjualan dan arus kas yang kuat, dan dari mereka akan terpenuhi profil yang sesuai (sebagaimana diukur dengan empat kriteria yang relevan) ia memilih 50 perusahaan dengan yield dividen tertinggi. Strategi ini sesuai untuk investor berorientasi pendapatan.
Belum ada komentar. Jadilah komentator pertama!